Spanish latte adalah minuman berbasis espresso yang memakai susu kental manis bersama susu segar, sehingga rasanya lebih manis dan bertekstur lebih tebal daripada latte biasa. Meskipun namanya menyebut Spanyol, minuman ini tidak berasal dari Spanyol dan bukan nama lain dari café con leche.
Kenyataannya, dua hal itu sering tertukar di konten kopi berbahasa Indonesia. Artikel ini memisahkan keduanya, lalu masuk ke takaran, urutan penyajian, dan aturan susu kental manis.
Terakhir diperbarui: 04 September 2026
Ringkasan cepat
- Bahannya tiga: espresso, susu kental manis, dan susu segar hangat.
- Tidak ada catatan pasti soal asal-usulnya. Praktisi kopi di Arab Saudi menilainya varian kopi Vietnam.
- Café con leche adalah kopi kuat dan susu panas dalam porsi kurang lebih sama, tanpa susu kental manis.
- Takaran awal yang wajar untuk satu gelas 240 ml: 60 ml espresso, 30 ml susu kental manis, 150 ml susu.
- Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 menempatkan susu kental manis sebagai pelengkap sajian, bukan minuman susu tunggal.
Apa Itu Spanish Latte dan Dari Mana Asalnya
Spanish latte memadukan espresso, susu kental manis sebagai pemanis, dan susu segar bertekstur di atasnya. Susu kental manis inilah pembedanya, sebab ia menyumbang rasa manis sekaligus kekentalan. Gula pasir maupun sirup tidak menghasilkannya.
1. Kaitannya dengan kopi Vietnam dan café bombón
Riwayat minuman ini samar. Perfect Daily Grind mewawancarai empat praktisi kopi di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dan tidak satu pun dapat memastikan siapa penciptanya. Osamah Al-Awwam dari The Roasting House di Riyadh dan Faisal Alhamrani dari Kōhī Coffee Roasters sepakat minuman ini varian ca phe sua da, kopi susu Vietnam yang juga bertumpu pada susu kental manis dan sering memakai robusta sangrai gelap.
Kerabat terdekatnya di Spanyol bukan café con leche, melainkan café bombón, yaitu espresso dengan susu kental manis yang menurut Perfect Daily Grind berasal dari Madrid. Bedanya, café bombón hadir dalam porsi kecil dan pekat, sedangkan sajian ini menambahkan susu segar dan bisa panas maupun dingin.
2. Mengapa disebut “Spanish”
Nama itu merujuk pada inspirasi rasa, bukan asal geografis. Sebaliknya, popularitasnya tumbuh di kedai kopi Timur Tengah. Maria Pavani, perwakilan Ally Coffee untuk kawasan tersebut, memperkirakan minuman ini menyumbang sekitar separuh penjualan kedai kopi di Uni Emirat Arab. Namun angka tersebut estimasi narasumber, bukan data resmi.
Perbedaan Spanish Latte, Café con Leche, dan Latte Biasa
Ketiganya sama-sama espresso dan susu, tetapi berbeda pada pemanis, rasio, dan asal. Café con leche adalah minuman lama yang lazim di Spanyol dan Amerika Latin, memadukan kopi kuat dan susu panas dalam porsi kurang lebih sama. Tidak ada susu kental manis di dalamnya.
| Aspek | Spanish latte | Café con leche | Latte biasa |
|---|---|---|---|
| Pemanis | Susu kental manis | Tidak ada | Tidak ada atau sirup |
| Susu | Susu segar dipanaskan | Susu panas | Susu segar bertekstur |
| Rasio espresso dan susu | Sekitar 1:3 | Sekitar 1:1 | Sekitar 1:4 sampai 1:5 |
| Asal | Tidak diketahui pasti | Spanyol | Italia |
Rasio pada tabel adalah konvensi, bukan standar baku. Pembeda berikutnya adalah tekstur busa, yang bergantung pada suhu susu dan teknik dasar latte art.
Cara Membuat Spanish Latte
Urutan menuang sama menentukan dengan takaran. Karena itu, susu kental manis harus larut lebih dulu ke dalam espresso panas. Bila masuk paling akhir, ia mengendap dan rasa manisnya menumpuk di tegukan terakhir.
1. Versi panas
- Seduh 60 ml espresso, setara dua shot. Profil sangrai medium sampai medium-dark bekerja paling baik karena karakter cokelatnya tidak tenggelam oleh manisnya susu.
- Tuang 30 ml susu kental manis ke dasar cangkir.
- Tuang espresso ke atasnya, lalu aduk singkat sampai larut merata.
- Panaskan 150 ml susu segar sampai kisaran 60 sampai 65 derajat Celsius, lalu buat microfoam. Di atas kisaran itu protein susu mulai rusak dan busa menjadi kasar berbutir.
- Tuang susu perlahan. Sajikan dalam lima menit pertama, sebelum busanya turun.
2. Versi es
Isi gelas dengan es, tuang susu kental manis ke dasar, lalu susu dingin. Tuang espresso terakhir lewat punggung sendok agar terbentuk gradasi. Versi es memerlukan espresso lebih pekat, sekitar 15 ml di atas takaran panas, karena es yang mencair mengencerkannya.
Takaran Susu Kental Manis dan Rujukan Regulasinya
Susu kental manis adalah bahan paling menentukan pada Spanish latte sekaligus yang paling mudah berlebihan. Badan Pengawas Obat dan Makanan menegaskan produk ini termasuk kategori susu, tetapi bukan pengganti ASI dan bukan satu-satunya sumber gizi, serta tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan.
Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan mengatur ketentuan labelnya. BPOM kemudian mengubahnya melalui Peraturan Nomor 20 Tahun 2021 lalu Nomor 6 Tahun 2024, dan aturan itu masih berlaku. Isinya menempatkan susu kental manis sebagai pelengkap sajian, termasuk campuran kopi, bukan minuman susu tunggal. Jadi di dalam Spanish latte, fungsinya justru sesuai.
Kandungan gula setiap merek berbeda. Peraturan yang sama mewajibkan produsen mencantumkannya pada Informasi Nilai Gizi kemasan, sehingga pembaca bisa mengeceknya. Sebagai acuan menakar, Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram per orang per hari, setara sekitar empat sendok makan. Permenkes Nomor 63 Tahun 2015 kemudian mengubah sebagian ketentuannya.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kekeliruan yang paling luas beredar bukan soal teknik, melainkan soal nama. Banyak halaman kopi berbahasa Indonesia, termasuk milik merek besar, menulis Spanish latte dan café con leche sebagai minuman yang sama. Padahal keduanya berbeda bahan dan berbeda asal.
Tiga kesalahan lain berulang di balik meja bar:
- Susu terlalu panas. Di atas 65 derajat Celsius busa pecah, sehingga rasa susu berubah menjadi gurih matang.
- Espresso terlalu encer. Kopi yang lemah hilang di balik susu kental manis, sehingga tersisa rasa susu manis saja.
- Takaran tanpa alat ukur. Selisih satu sendok makan susu kental manis sudah menggeser keseimbangan satu gelas.
Arti bagi Kedai Kopi dan Kopi Indonesia
Spanish latte kerap menjadi pintu masuk konsumen baru ke kopi. Maria Pavani menilai minuman ini memperkenalkan specialty coffee kepada peminum yang belum akrab dengan espresso dan kopi hitam, sehingga permintaan itu mengalir turun ke kopi sangrai lalu green bean.
Bagi pelaku usaha di Indonesia, implikasinya konkret. Menu manis berbasis susu tidak menuntut biji berskor tinggi, tetapi menuntut profil sangrai yang stabil. Robusta Indonesia berbody tebal dan arabika sangrai medium-dark sama-sama bertahan di balik susu kental manis, seperti pada resep kopi susu gula aren.
Kesimpulan
Spanish latte meminjam nama Spanyol, teknik dari kopi Vietnam, dan menemukan pasarnya di Timur Tengah sebelum sampai ke Indonesia. Menyebutnya kopi asal Spanyol atau menyamakannya dengan café con leche adalah kekeliruan yang tidak perlu terjadi. Yang menentukan hasil di gelas hanya tiga hal: kepekatan espresso, suhu susu, dan konsistensi takaran susu kental manis. Begitu ketiganya punya standar, barista baru pun mudah mengulanginya. Untuk dasar ekstraksinya, telusuri sejarah espresso.
Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia menjalankan Pusat Pelatihan Kopi Indonesia, yang antara lain membuka Kelas Barista dengan materi dasar espresso, milk frothing, latte art, dan standar pelayanan kedai. Pelajari pilihan kelas pada halaman pelatihan AEKI bila ingin menstandarkan tekstur susu dan konsistensi espresso di kedai Anda.
FAQ
1. Spanish latte berasal dari mana?
Tidak ada catatan pasti soal asal-usulnya, dan minuman ini tidak berasal dari Spanyol. Perfect Daily Grind mewawancarai praktisi kopi di Arab Saudi, dan mereka menilainya varian kopi susu Vietnam. Popularitasnya tumbuh di kedai kopi Timur Tengah, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, sebelum menyebar ke Asia Tenggara.
2. Apa perbedaan Spanish latte dan latte biasa?
Perbedaannya ada pada pemanis. Spanish latte melarutkan susu kental manis ke dalam espresso, sedangkan latte biasa memakai susu segar tanpa pemanis atau dengan sirup. Susu kental manis membuat body terasa lebih tebal, bahkan memunculkan rasa karamel yang tidak muncul dari gula pasir.
3. Apakah Spanish latte sama dengan café con leche?
Tidak, keduanya berbeda. Café con leche memadukan kopi kuat dan susu panas dalam porsi kurang lebih sama, tanpa susu kental manis, dan lazim di Spanyol serta Amerika Latin. Kerabat terdekat Spanish latte justru café bombón, yaitu espresso dengan susu kental manis.
4. Bisakah membuat Spanish latte tanpa mesin espresso?
Bisa. Moka pot, AeroPress, atau French press menghasilkan kopi pekat sebagai pengganti espresso. Kuncinya kepekatan, bukan alatnya. Misalnya, gunakan takaran bubuk lebih banyak daripada seduhan biasa, sebab kopi encer akan tenggelam oleh manisnya susu kental manis dan menyisakan rasa susu saja.
5. Apakah Spanish latte lebih manis daripada kopi susu biasa?
Umumnya ya, sebab susu kental manis menyumbang gula sekaligus kekentalan. Jumlah pastinya berbeda antar merek, jadi sebaiknya periksa dulu Informasi Nilai Gizi pada kemasan. Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram per orang per hari sebagai acuan menakar asupan harian.