Mesin sangrai bekerja pada kelas roasting AEKI

Pusat Pelatihan Kopi Indonesia (PPKI) · AEKI-AICE

Pelatihan Roasting Kopi Bersama AEKI

Menyangrai sekali dengan hasil enak itu keberuntungan. Menyangrai sepuluh kali dengan hasil yang sama itu keterampilan, dan itulah yang dilatih di kelas ini.

Kelas PraktikPeserta menjalankan mesin sendiri
Roast LogSetiap batch dicatat dan dibandingkan
JakartaGedung Kopi, Cikini
Kuota TerbatasMenyesuaikan jumlah mesin

Batch Terdekat

Jadwal, Biaya, dan Format Kursus Roasting Kopi

Satu batch pelatihan roasting kopi dibuka dengan kuota terbatas karena jumlah kesempatan menyangrai per peserta dihitung sejak awal. Detail di bawah berlaku untuk batch yang sedang dibuka.

TanggalTBA
Jam belajarTBA
DurasiTBA
BiayaTBA
KapasitasTBA
LokasiGedung Kopi, Ruang 408
Jl. R.P. Soeroso No. 20, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat 10330
Kenapa kapasitas dibatasi: satu siklus sangrai memakan waktu, dan peserta perlu mengulang beberapa kali agar pola keputusannya terbentuk. Menambah peserta berarti mengurangi jatah mesin tiap orang, jadi kuota mengikuti jumlah mesin, bukan sebaliknya.

Kesesuaian Peserta

Untuk Siapa Pelatihan Roasting Ini?

Pelatihan roasting kopi ini tidak menuntut prasyarat pengalaman menyangrai. Yang membantu adalah kesediaan mencatat dan mencicipi dengan teliti, karena dua hal itu yang dipakai sepanjang kelas.

Calon roaster

Anda ingin masuk ke sisi produksi dan perlu memahami mesin sebelum dipercaya menjalankannya sendiri.

Pemilik usaha kopi

Produk Anda sudah berjalan, tetapi rasanya berubah antar batch dan Anda belum tahu di mana letak penyebabnya.

Tim produksi

Beberapa orang menjalankan mesin yang sama dengan cara berbeda. Kelas menyamakan istilah dan prosedurnya.

Tingkat kemampuan awal: kelas roasting kopi ini dimulai dari pengenalan mesin, jadi peserta tanpa pengalaman tetap terlayani. Yang sudah menyangrai sendiri biasanya memanfaatkan kelas untuk merapikan pencatatan dan memperbaiki konsistensi, bukan belajar dari nol.

Hasil Belajar

Hasil Belajar yang Ditargetkan

Empat kemampuan berikut dinilai dari pekerjaan nyata peserta selama kelas, bukan dari jawaban di atas kertas.

Membaca proses sangrai yang sedang berjalanMengenali tanda pengeringan, perubahan warna, dan first crack, lalu memperkirakan apa yang akan terjadi berikutnya.
Mencatat profil secara rapiMenulis roast log yang cukup lengkap untuk diulang orang lain, bukan catatan yang hanya dimengerti penulisnya.
Membandingkan hasil antar batchMenyandingkan dua catatan dan dua cangkir, lalu menunjuk variabel mana yang membuat hasilnya berbeda.
Mengusulkan penyesuaian yang beralasanMenentukan satu perubahan untuk batch berikutnya dan menjelaskan mengapa perubahan itu yang dipilih.
Batas cakupan: kelas melatih pengoperasian dan evaluasi proses sangrai. Kelulusan tidak berarti peserta langsung siap menjalankan seluruh skala produksi komersial, karena hal itu menuntut jam terbang pada mesin dan volume yang dipakai usaha masing-masing.

Kurikulum

Materi Pelatihan Roasting Kopi

Empat modul disusun mengikuti tujuan belajar, bukan pembagian hari. Porsi waktu tiap modul dikonfirmasi pengajar pada awal kelas sesuai kemampuan peserta yang hadir.

Modul 01

Pengenalan Bahan Baku dan Mesin

  • Karakter biji hijau: kadar air, densitas, dan ukuran
  • Bagian mesin sangrai dan fungsinya masing-masing
  • Prosedur pemanasan awal dan keselamatan kerja

HasilPeserta menyiapkan mesin dan bahan sebelum sangrai tanpa dibimbing.

Modul 02

Tahapan Sangrai dan Pengaturan Proses

  • Fase drying, maillard, dan development
  • Mengatur suhu, aliran udara, dan kecepatan drum
  • Menentukan titik keluar berdasarkan tanda yang terbaca

HasilPeserta mengambil keputusan di tengah proses, bukan hanya mengikuti resep.

Modul 03

Pencatatan serta Perbandingan Profil

  • Komponen roast log dan cara mengisinya
  • Menghitung susut bobot dan durasi tiap fase
  • Menyandingkan dua profil untuk melihat selisihnya

HasilPeserta memiliki catatan yang cukup untuk mengulang hasil terbaiknya.

Modul 04

Evaluasi Hasil dan Perbaikan Batch

  • Cupping singkat untuk menilai hasil sangrai sendiri
  • Mengenali cacat sangrai seperti underdeveloped dan baked
  • Menyusun rencana perbaikan untuk batch berikutnya

HasilPeserta menghubungkan rasa di cangkir dengan keputusan di mesin.

Catatan tentang cupping: sesi mencicipi di kelas ini hanya sejauh yang dibutuhkan untuk menilai hasil sangrai. Untuk pendalaman sensori yang menyeluruh, protokol penilaian, dan kalibrasi rasa antar penilai, jalurnya adalah pendalaman evaluasi sensori kopi.

Format Kelas

Bagaimana Sesi Praktik Berlangsung?

Pola tiap siklus sama: lihat, kerjakan, catat, cicipi. Diulang beberapa kali agar peserta merasakan akibat dari perubahan yang ia buat sendiri.

01

Demonstrasi pengajar

Pengajar menjalankan satu batch sambil menjelaskan setiap keputusan yang diambil dan alasannya.

02

Praktik peserta

Peserta menjalankan mesin sendiri. Jumlah kesempatan menyangrai per orang dikonfirmasi operator pada hari kelas.

03

Pencatatan

Setiap batch dicatat pada roast log: suhu, waktu tiap fase, titik keluar, dan susut bobot.

04

Umpan balik

Hasil dicicipi bersama, lalu pengajar menunjuk satu hal yang perlu diperbaiki pada percobaan berikutnya.

Bahan latihan: biji hijau disediakan PPKI. Peserta yang ingin menyangrai biji miliknya sendiri dapat membawa sampel, dengan konfirmasi jumlah ke Sekretariat lebih dulu agar jadwal mesin tetap cukup untuk semua orang.

Alat & Pengajar

Mesin, Fasilitas, dan Pengajar

Kelas dibimbing praktisi yang menjalankan roasting sebagai pekerjaan, bukan pengajar yang membacakan modul.

PengajarTBA
PengalamanTBA
Mesin sangraiTBA
Kapasitas mesinTBA
Alat pencatatanTBA
Rasio alatTBA

Dokumentasi Kelas

Pencatatan dan Evaluasi Hasil Sangrai

Setiap batch yang dijalankan peserta dicatat pada roast log: bobot masuk, durasi tiap fase, titik first crack, titik keluar, dan susut bobot. Dua catatan lalu disandingkan bersama cangkirnya untuk menemukan variabel mana yang membuat rasanya berbeda.

Catatan itu dibawa pulang peserta. Ia menjadi titik awal menyusun profil sendiri di mesin dan ruangan masing-masing, bukan sekadar dokumentasi kelas.

Mengapa catatan lebih penting daripada resep: profil orang lain jarang cocok langsung dengan mesin, biji, dan ruangan Anda. Yang bisa dibawa pulang adalah kebiasaan mencatat, karena dari situlah profil milik Anda sendiri terbentuk.

Informasi Operasional

Lokasi, Evaluasi, dan Sertifikat

Lokasi kelas

Gedung Kopi, Ruang 408
Jl. R.P. Soeroso No. 20, RT.9/RW.5, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330

Stasiun KRL Gondangdia dan Cikini menjadi titik turun terdekat. Gedung yang sama menjadi kantor Sekretariat AEKI-AICE.

Buka di Google Maps

Cara evaluasi

Penilaian berlangsung sepanjang kelas, bukan lewat ujian tertulis. Pengajar menilai tiga hal: cara peserta menjalankan mesin, kerapian roast log yang ditulis, dan ketepatan alasan saat mengusulkan perbaikan batch.

Umpan balik diberikan langsung setelah tiap siklus, sehingga peserta bisa segera mencobanya pada percobaan berikutnya.

Sertifikat

Ketentuan sertifikat untuk kelas roasting dikonfirmasi Sekretariat saat pendaftaran, karena tidak semua batch berjalan dengan skema penilaian yang sama.

Bila Anda membutuhkan sertifikat untuk keperluan tertentu, sebutkan sejak awal agar tim kami dapat memastikan ketersediaannya pada batch yang Anda pilih.

Pertanyaan Umum

Pertanyaan Seputar Kursus Roasting Kopi

Apakah harus sudah bisa roasting?

Tidak. Kelas dimulai dari pengenalan bahan baku dan mesin, sehingga peserta yang belum pernah menyangrai tetap dapat mengikuti. Peserta yang sudah berpengalaman biasanya memanfaatkan kelas untuk merapikan pencatatan dan memperbaiki konsistensi antar batch.

Perlu memiliki mesin sendiri?

Tidak perlu. Mesin sangrai dan perangkat pencatatan disediakan PPKI selama kelas berlangsung. Memiliki mesin sendiri bukan syarat untuk ikut, meskipun peserta yang punya mesin biasanya lebih cepat menerapkan hasil kelas di tempatnya.

Mesin apa yang digunakan?

Merek, tipe, dan kapasitas mesin tercantum pada tabel fasilitas di halaman ini. Bila kolom tersebut masih kosong, Sekretariat dapat menyebutkannya langsung sebelum Anda mendaftar, termasuk perangkat pencatatan yang dipakai selama kelas.

Praktiknya individu atau berkelompok?

Keduanya. Demonstrasi pengajar diikuti seluruh peserta, sedangkan sesi menyangrai dijalankan bergiliran agar setiap orang benar-benar memegang mesin. Jumlah kesempatan per peserta dikonfirmasi operator pada hari kelas, mengikuti jumlah mesin dan peserta yang hadir.

Apakah peserta membuat profil sendiri?

Ya. Peserta mengisi roast log untuk setiap batch yang dijalankan, lalu membandingkannya dengan batch lain untuk menemukan variabel yang membedakan hasil. Catatan itu yang dibawa pulang sebagai dasar menyusun profil di tempat kerja masing-masing.

Apakah bahan latihan disediakan?

Disediakan. Biji hijau untuk latihan termasuk dalam biaya kelas. Peserta yang ingin menyangrai sampel miliknya sendiri dapat membawanya, dengan mengonfirmasi jumlah ke Sekretariat lebih dulu agar jadwal mesin tetap mencukupi.

Apakah kelas membahas kebutuhan skala usaha saya?

Sebatas prinsipnya. Kelas melatih pengoperasian dan evaluasi proses sangrai, sehingga peserta memahami dasar yang berlaku pada skala mana pun. Penerapan pada volume produksi tertentu tetap menuntut penyesuaian pada mesin dan bahan yang Anda pakai sendiri.

Konsultasi Program

Diskusikan Kebutuhan Belajar Roasting Anda

Sebutkan dua hal: sejauh mana pengalaman menyangrai Anda saat ini, dan hasil apa yang ingin dicapai setelah kelas. Tim PPKI menyesuaikan penekanan praktiknya dari situ.

Ingin membandingkan dengan jalur lain lebih dulu? Buka halaman semua program pelatihan kopi, atau lanjutkan ke pendalaman evaluasi sensori kopi setelah menguasai proses sangrai.