Pusat Pelatihan Kopi Indonesia (PPKI) · AEKI-AICE
Menyangrai sekali dengan hasil enak itu keberuntungan. Menyangrai sepuluh kali dengan hasil yang sama itu keterampilan, dan itulah yang dilatih di kelas ini.
Batch Terdekat
Satu batch pelatihan roasting kopi dibuka dengan kuota terbatas karena jumlah kesempatan menyangrai per peserta dihitung sejak awal. Detail di bawah berlaku untuk batch yang sedang dibuka.
Kesesuaian Peserta
Pelatihan roasting kopi ini tidak menuntut prasyarat pengalaman menyangrai. Yang membantu adalah kesediaan mencatat dan mencicipi dengan teliti, karena dua hal itu yang dipakai sepanjang kelas.
Anda ingin masuk ke sisi produksi dan perlu memahami mesin sebelum dipercaya menjalankannya sendiri.
Produk Anda sudah berjalan, tetapi rasanya berubah antar batch dan Anda belum tahu di mana letak penyebabnya.
Beberapa orang menjalankan mesin yang sama dengan cara berbeda. Kelas menyamakan istilah dan prosedurnya.
Hasil Belajar
Empat kemampuan berikut dinilai dari pekerjaan nyata peserta selama kelas, bukan dari jawaban di atas kertas.
Kurikulum
Empat modul disusun mengikuti tujuan belajar, bukan pembagian hari. Porsi waktu tiap modul dikonfirmasi pengajar pada awal kelas sesuai kemampuan peserta yang hadir.
HasilPeserta menyiapkan mesin dan bahan sebelum sangrai tanpa dibimbing.
HasilPeserta mengambil keputusan di tengah proses, bukan hanya mengikuti resep.
HasilPeserta memiliki catatan yang cukup untuk mengulang hasil terbaiknya.
HasilPeserta menghubungkan rasa di cangkir dengan keputusan di mesin.
Format Kelas
Pola tiap siklus sama: lihat, kerjakan, catat, cicipi. Diulang beberapa kali agar peserta merasakan akibat dari perubahan yang ia buat sendiri.
01
Pengajar menjalankan satu batch sambil menjelaskan setiap keputusan yang diambil dan alasannya.
02
Peserta menjalankan mesin sendiri. Jumlah kesempatan menyangrai per orang dikonfirmasi operator pada hari kelas.
03
Setiap batch dicatat pada roast log: suhu, waktu tiap fase, titik keluar, dan susut bobot.
04
Hasil dicicipi bersama, lalu pengajar menunjuk satu hal yang perlu diperbaiki pada percobaan berikutnya.
Alat & Pengajar
Kelas dibimbing praktisi yang menjalankan roasting sebagai pekerjaan, bukan pengajar yang membacakan modul.
Dokumentasi Kelas
Setiap batch yang dijalankan peserta dicatat pada roast log: bobot masuk, durasi tiap fase, titik first crack, titik keluar, dan susut bobot. Dua catatan lalu disandingkan bersama cangkirnya untuk menemukan variabel mana yang membuat rasanya berbeda.
Catatan itu dibawa pulang peserta. Ia menjadi titik awal menyusun profil sendiri di mesin dan ruangan masing-masing, bukan sekadar dokumentasi kelas.
Informasi Operasional
Gedung Kopi, Ruang 408
Jl. R.P. Soeroso No. 20, RT.9/RW.5, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330
Stasiun KRL Gondangdia dan Cikini menjadi titik turun terdekat. Gedung yang sama menjadi kantor Sekretariat AEKI-AICE.
Penilaian berlangsung sepanjang kelas, bukan lewat ujian tertulis. Pengajar menilai tiga hal: cara peserta menjalankan mesin, kerapian roast log yang ditulis, dan ketepatan alasan saat mengusulkan perbaikan batch.
Umpan balik diberikan langsung setelah tiap siklus, sehingga peserta bisa segera mencobanya pada percobaan berikutnya.
Ketentuan sertifikat untuk kelas roasting dikonfirmasi Sekretariat saat pendaftaran, karena tidak semua batch berjalan dengan skema penilaian yang sama.
Bila Anda membutuhkan sertifikat untuk keperluan tertentu, sebutkan sejak awal agar tim kami dapat memastikan ketersediaannya pada batch yang Anda pilih.
Pertanyaan Umum
Tidak. Kelas dimulai dari pengenalan bahan baku dan mesin, sehingga peserta yang belum pernah menyangrai tetap dapat mengikuti. Peserta yang sudah berpengalaman biasanya memanfaatkan kelas untuk merapikan pencatatan dan memperbaiki konsistensi antar batch.
Tidak perlu. Mesin sangrai dan perangkat pencatatan disediakan PPKI selama kelas berlangsung. Memiliki mesin sendiri bukan syarat untuk ikut, meskipun peserta yang punya mesin biasanya lebih cepat menerapkan hasil kelas di tempatnya.
Merek, tipe, dan kapasitas mesin tercantum pada tabel fasilitas di halaman ini. Bila kolom tersebut masih kosong, Sekretariat dapat menyebutkannya langsung sebelum Anda mendaftar, termasuk perangkat pencatatan yang dipakai selama kelas.
Keduanya. Demonstrasi pengajar diikuti seluruh peserta, sedangkan sesi menyangrai dijalankan bergiliran agar setiap orang benar-benar memegang mesin. Jumlah kesempatan per peserta dikonfirmasi operator pada hari kelas, mengikuti jumlah mesin dan peserta yang hadir.
Ya. Peserta mengisi roast log untuk setiap batch yang dijalankan, lalu membandingkannya dengan batch lain untuk menemukan variabel yang membedakan hasil. Catatan itu yang dibawa pulang sebagai dasar menyusun profil di tempat kerja masing-masing.
Disediakan. Biji hijau untuk latihan termasuk dalam biaya kelas. Peserta yang ingin menyangrai sampel miliknya sendiri dapat membawanya, dengan mengonfirmasi jumlah ke Sekretariat lebih dulu agar jadwal mesin tetap mencukupi.
Sebatas prinsipnya. Kelas melatih pengoperasian dan evaluasi proses sangrai, sehingga peserta memahami dasar yang berlaku pada skala mana pun. Penerapan pada volume produksi tertentu tetap menuntut penyesuaian pada mesin dan bahan yang Anda pakai sendiri.
Konsultasi Program
Sebutkan dua hal: sejauh mana pengalaman menyangrai Anda saat ini, dan hasil apa yang ingin dicapai setelah kelas. Tim PPKI menyesuaikan penekanan praktiknya dari situ.
Ingin membandingkan dengan jalur lain lebih dulu? Buka halaman semua program pelatihan kopi, atau lanjutkan ke pendalaman evaluasi sensori kopi setelah menguasai proses sangrai.