Dokumentasi kegiatan AEKI-AICE

AEKI-AICE · Sejak 1979

Sejarah AEKI, Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia

Semuanya berawal dari satu pertemuan pada 30 Juli 1979, ketika para eksportir kopi meminta pemerintah menunda pungutan pajak ekspor tambahan.

30 Juli 1979AEKI didirikan
1983Dikukuhkan akta notaris
2008Industri masuk ke nama asosiasi
5 tahunSiklus RUA dan AD/ART

Awal Mula

Pertemuan 30 Juli 1979 yang Melahirkan AEKI

AEKI didirikan pada 30 Juli 1979, di hari yang sama ketika sejumlah eksportir kopi bertemu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Dr. Suhadi Mangkusuwondo. Pertemuan itu digagas oleh Osman Soedargo dari PT Palembang Jaya dan Karta Widjaja dari PT Lakop.

Agendanya satu: Pajak Ekspor Tambahan (PET) yang dikenakan pada ekspor kopi. Para eksportir menilai pungutan itu memberatkan dan meminta pelaksanaannya ditunda paling sedikit dua bulan.

Dr. Suhadi melihat persoalan yang lebih panjang. Ke depan, masalah tata niaga kopi akan terus perlu dibicarakan dengan pemerintah, sehingga eksportir membutuhkan satu wadah bersama. Usul itu disambut, dan sebelum hari berakhir para peserta menyepakati berdirinya Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia.

Dari keberatan atas satu pungutan, lahir wadah tetap untuk berbicara dengan pemerintah soal tata niaga kopi.

Inti peristiwa 30 Juli 1979

Linimasa

Tonggak Perjalanan AEKI

Tonggak di bawah tercatat dalam dokumen organisasi. Kiprah internasional hanya diringkas di sini; uraian lengkapnya ada di halaman kerja sama luar negeri.

197930 Juli

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia disepakati

Pertemuan eksportir kopi dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri berujung pada kesepakatan membentuk AEKI.

1979Periode 1979-1982

Badan Pengurus Pusat pertama terbentuk

Setelah beberapa kali pertemuan, BPP AEKI periode pertama dipimpin Ketua Umum Nirwan Dermawan Bakrie dengan Wakil Ketua Umum Dharyono Kertosastro (Alm).

1980

Kantor perwakilan London dibuka

Perwakilan pertama AEKI di luar negeri, terutama untuk urusan yang berkaitan dengan International Coffee Organization (ICO).

1982RUA I

AD/ART pertama ditetapkan

Rapat Umum Anggota (RUA) I menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga beserta maksud dan tujuan AEKI.

19835 November

Dikukuhkan dengan akta notaris

Pembentukan AEKI dikukuhkan oleh Notaris Soebagio Ronoatmodjo, SH, dalam Akta Nomor 11 tanggal 5 November 1983.

1991

Perwakilan New York, Hongkong, dan Tokyo

Tiga kantor perwakilan baru dibuka dalam tahun yang sama.

2000AD/ART 2000-2005

Tujuan organisasi diperluas

AD/ART periode ini menambahkan dua tujuan: mengarahkan anggota menjadi eksportir yang profesional, dan turut membantu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani kopi.

200821 Juli · RUA Luar Biasa

Industri kopi masuk ke dalam asosiasi

AD/ART diubah agar industri pengolahan kopi non-eksportir dapat menjadi anggota. Nama asosiasi menjadi Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia, dengan singkatan AEKI tetap dipertahankan.

2009

AEKI memimpin ASEAN Coffee Club

Wakil AEKI dipilih menjadi Ketua ASEAN Coffee Club, forum sektor swasta kopi di kawasan.

AD/ART RUA I · 1982

Maksud dan Tujuan AEKI Sejak Awal

AD/ART yang ditetapkan pada RUA I tahun 1982 merumuskan empat tujuan utama. AD/ART disempurnakan dalam setiap RUA lima tahunan, tetapi keempat tujuan ini pada prinsipnya tidak berubah.

01

Meningkatkan citra kopi Indonesia di pasar internasional guna meraih posisi terbaik.

02

Mengarahkan dan mengembangkan kerja sama antaranggota.

03

Memadukan usaha bersama pemerintah guna menunjang pembinaan eksportir dan meningkatkan perolehan devisa.

04

Turut bekerja sama meningkatkan taraf hidup petani kopi.

Tambahan dalam AD/ART 2000-2005

Dua tujuan baru
05

Mengarahkan anggota menjadi eksportir yang profesional.

06

Turut membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi.

Arah kerja AEKI saat ini, yang diturunkan dari tujuan-tujuan tersebut, dijabarkan di halaman program kerja AEKI.

Perubahan Nama

Dua Nama, Satu Singkatan

Singkatan AEKI tidak pernah berubah sejak 1979. Yang berubah adalah siapa saja yang diwadahinya.

1979

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia

Wadah bagi perusahaan eksportir kopi, lahir dari urusan tata niaga ekspor dengan pemerintah.

2008

Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia

Terbuka juga bagi industri pengolahan kopi non-eksportir, sesuai perubahan AD/ART dalam RUA Luar Biasa 21 Juli 2008.

AEKIAsosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia
AICEAssociation of Indonesian Coffee Exporters and Industries

Pertanyaan Umum

Pertanyaan Seputar Sejarah AEKI

Kapan AEKI didirikan?

AEKI didirikan pada 30 Juli 1979, dalam pertemuan sejumlah eksportir kopi dengan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Dr. Suhadi Mangkusuwondo. Pembentukannya kemudian dikukuhkan melalui akta notaris pada 5 November 1983.

Siapa pendiri AEKI?

AEKI didirikan oleh para eksportir kopi yang hadir dalam pertemuan 30 Juli 1979. Pertemuan itu diprakarsai Osman Soedargo dari PT Palembang Jaya dan Karta Widjaja dari PT Lakop, sedangkan usulan membentuk asosiasi datang dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Dr. Suhadi Mangkusuwondo.

Mengapa AEKI didirikan?

Pemicunya adalah Pajak Ekspor Tambahan (PET) atas ekspor kopi yang dinilai memberatkan eksportir. Saat membahas penundaannya, pemerintah menyarankan eksportir membentuk asosiasi karena persoalan tata niaga kopi akan terus perlu dibicarakan bersama pemerintah.

Siapa Ketua Umum AEKI yang pertama?

Ketua Umum pertama AEKI adalah Nirwan Dermawan Bakrie, yang memimpin Badan Pengurus Pusat periode 1979-1982 bersama Wakil Ketua Umum Dharyono Kertosastro (Alm).

Kapan nama AEKI berubah menjadi Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia?

Nama berubah melalui RUA Luar Biasa pada 21 Juli 2008. Rapat itu mengubah AD/ART agar industri pengolahan kopi non-eksportir dapat menjadi anggota, sehingga nama Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia menjadi Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia. Singkatan AEKI tetap dipakai.

Apa kepanjangan AICE?

AICE adalah singkatan nama AEKI dalam bahasa Inggris, yaitu Association of Indonesian Coffee Exporters and Industries. Karena itu asosiasi ini kerap ditulis AEKI-AICE.

Keanggotaan

Bergabung dengan Asosiasi yang Berdiri Sejak 1979

Perusahaan eksportir, industri pengolahan, dan perusahaan perkopian berbadan hukum dapat mendaftar sebagai anggota AEKI.