Statistik kopi membantu pelaku usaha membaca pasokan dari daerah penghasil, perkembangan ekspor, dan pergerakan harga internasional. Agar berguna untuk pengadaan maupun analisis pasar, setiap angka perlu disertai periode, satuan, cakupan produk, dan sumber yang dapat diperiksa.
Artikel ini menggunakan BPS untuk seri ekspor, Kementerian Pertanian untuk gambaran sentra produksi, Kementerian Perdagangan untuk panduan penelusuran data perdagangan, serta International Coffee Organization (ICO) untuk harga internasional. Peran sumber tersebut dijelaskan agar pembaca dapat memilih data sesuai kebutuhannya.
Cakupan data: tabel produksi memuat kontribusi enam sentra dalam seri Kementan 2021–2025. Tabel dan grafik ekspor menggunakan data tahun kalender 2020–2024 untuk kopi yang belum disangrai. Harga dunia merujuk pada Agustus 2026. Ini adalah periode berbeda untuk indikator berbeda, bukan satu potret statistik pada tahun yang sama.
Apa yang Diukur dalam Statistik Kopi?
| Indikator | Pertanyaan yang dijawab | Hal yang diperiksa |
|---|---|---|
| Produksi | Berapa hasil kebun dalam suatu periode? | Wujud hasil, satuan ton, wilayah, dan status angka |
| Luas areal | Berapa lahan yang digunakan? | Hektare dan kategori tanaman |
| Ekspor | Berapa barang dan nilai transaksi keluar negeri? | Berat bersih, nilai FOB, komoditas, dan tahun kalender |
| Harga | Bagaimana tingkat harga berubah? | Jenis kopi, pasar, mata uang, satuan, dan tanggal |
BPS menggabungkan hasil Survei Perusahaan Perkebunan dengan data perkebunan rakyat dari Direktorat Jenderal Perkebunan untuk menyusun statistik perkebunan nasional. Data perdagangan disusun dari dokumen kepabeanan. Karena proses pengumpulan dan objeknya berbeda, angka produksi kebun tidak dapat diperlakukan sebagai angka ekspor. Rujukan: BPS, Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024.
Tabel Produksi Kopi Menurut Provinsi: Kontribusi Sentra Utama
Sumatera Selatan menempati urutan pertama dalam kontribusi produksi pada seri Kementan 2021–2025. Enam provinsi berikut menunjukkan konsentrasi pasokan nasional.
| Provinsi | Kontribusi (%) |
|---|---|
| Sumatera Selatan | 26,81 |
| Lampung | 15,08 |
| Sumatera Utara | 11,22 |
| Aceh | 9,18 |
| Bengkulu | 7,26 |
| Jawa Timur | 6,09 |
Sumber: Kementan, Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kopi 2025, ringkasan eksekutif, halaman xiii.
Tabel ini berisi pangsa produksi beberapa sentra, bukan daftar seluruh provinsi atau tonase produksi tahunan. Angka lintas periode tidak boleh dikalikan dengan total produksi satu tahun untuk memperkirakan tonase provinsi. Status realisasi atau estimasi setiap tahun dalam seri perlu diperiksa pada tabel produksi terperinci sebelum digunakan untuk proyeksi.
Untuk pencarian pemasok, tabel ini dapat menjadi titik awal pemilihan wilayah. Penilaian pemasok tetap memerlukan informasi yang lebih dekat dengan transaksi, seperti ketersediaan lot, waktu penyerahan, spesifikasi, dan hasil pemeriksaan mutu. Besarnya pangsa wilayah saja belum menjawab kebutuhan tersebut.
Tabel Ekspor Kopi Indonesia per Tahun
Seri berikut khusus untuk kopi yang belum disangrai, baik yang masih mengandung kafein maupun yang telah dihilangkan kafeinnya. Cakupannya mengikuti subbab kopi dalam publikasi BPS, sehingga tidak mewakili seluruh produk kopi olahan.
| Tahun | Volume (ribu ton) | Nilai FOB (juta US$) |
|---|---|---|
| 2020 | 375,7 | 809,7 |
| 2021 | 384,7 | 850,1 |
| 2022 | 433,9 | 1.136,2 |
| 2023 | 276,3 | 916,6 |
| 2024 | 312,9 | 1.624,1 |
Sumber: BPS, Analisis Komoditas Ekspor 2020–2024, Tabel 4.2, halaman 28. Angka mengikuti pembulatan publikasi.
Grafik Tahunan Ekspor Kopi
Grafik diolah dari Tabel 4.2 dalam publikasi BPS. Kedua grafik memakai satuan dan skala berbeda.
Pada 2024, volume kembali naik, tetapi masih di bawah 2022. Nilai ekspor justru menjadi yang tertinggi dalam seri. Perubahan nilai tidak dapat dibaca sebagai perubahan kuantitas atau mutu semata.
Tabel Nilai Ekspor Kopi Menurut Provinsi Asal
| Provinsi asal | Nilai FOB (juta US$) |
|---|---|
| Lampung | 840,0 |
| Sumatera Utara | 304,8 |
| Jawa Timur | 248,5 |
| Aceh | 155,0 |
| Jawa Tengah | 29,5 |
Sumber: BPS, Analisis Komoditas Ekspor 2020–2024, Gambar 4.2 dan uraian halaman 30.
Tabel ekspor memuat nilai transaksi, bukan volume panen. Jangan menggabungkannya dengan tabel kontribusi produksi sebagai rasio ekspor terhadap produksi. Satuan dan periode keduanya berbeda. Tabel ini juga hanya menampilkan lima provinsi utama.
Cara Menggunakan Data Kemendag dengan Tepat
Satu Data Perdagangan Kemendag menyediakan penelusuran menurut komoditas, negara tujuan, provinsi asal barang, dan pelabuhan muat. Pemisahan menu wilayah tersebut penting ketika memilih tabel untuk analisis daerah. Rujukan: panduan data pada Satu Data Perdagangan Kemendag.
Sebelum mengutip angka dari portal, periksa hal berikut:
- Pilih komoditas yang tepat. Kelompok HS 09 mencakup kopi, teh, mate, dan rempah-rempah. Total kelompok tersebut bukan total ekspor kopi saja.
- Samakan periode. Januari–Juli dibandingkan dengan Januari–Juli pada tahun sebelumnya, bukan dengan setahun penuh.
- Bedakan asal barang dan pelabuhan muat. Gunakan variabel wilayah yang sama untuk seluruh provinsi.
- Periksa catatan revisi dan satuan. Simpan tanggal akses beserta versi tabel yang dipakai.
Untuk memperluas tabel ke seluruh provinsi, data yang diperlukan harus memiliki kombinasi komoditas, tahun, dan wilayah yang sama. Jangan mengisi angka daerah yang belum tersedia dengan nol, karena tidak tersedianya data tidak membuktikan ketiadaan ekspor.
Harga Kopi Dunia Menurut ICO
ICO melaporkan rata-rata ICO Composite Indicator Price atau I-CIP sebesar 287,29 sen AS per pon pada Agustus 2026. Nilainya hampir sama dengan Juli 2026, yaitu 287,26 sen AS per pon. Rujukan: ICO Coffee Market Report, Agustus 2026, halaman 1–2.
I-CIP adalah indikator pasar internasional. ICO juga menerbitkan harga menurut kelompok kopi, sehingga pemantauan tidak harus berhenti pada satu angka komposit. Data harga hariannya dapat ditelusuri melalui Public Market Information ICO.
Dalam menyiapkan penawaran, gunakan indeks sebagai konteks pasar. Harga transaksi suatu lot tetap perlu dinyatakan sesuai spesifikasi dan syarat kontraknya. Jangan menyebut angka bulanan tersebut sebagai harga jual kopi Indonesia per kilogram.
Mengapa Angka dari Berbagai Sumber Bisa Berbeda?
Perbedaan angka perlu ditelusuri sebelum ditafsirkan sebagai kesalahan. Pertanyaan pertama adalah apakah kedua sumber mengukur objek yang sama. Statistik hasil kebun, ekspor kopi belum disangrai, dan perdagangan produk olahan memiliki cakupan berbeda.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah tahunnya sebanding. Dalam laporan ICO, misalnya, periode Oktober 2025 hingga Juli 2026 disebut sepuluh bulan pertama tahun kopi 2025/26. Itu berbeda dengan Januari–Juli 2026. Rujukan: ICO Coffee Market Report, Agustus 2026.
Terakhir, periksa status angkanya. Estimasi harus tetap diberi label estimasi ketika dikutip. Jika sebuah tabel diperbarui, catat sumber dan versi penggantinya agar perubahan dapat ditelusuri.
Kesimpulan
Statistik kopi yang berguna memungkinkan pembaca menelusuri angka hingga ke tabel sumbernya. Data produksi, ekspor, dan harga membantu menjawab pertanyaan berbeda. Gunakan sumber resmi dengan cakupan yang sesuai, lalu lengkapi analisis pengadaan dengan informasi pemasok dan mutu yang terdokumentasi.
Untuk mengikuti informasi dan kegiatan industri, pembaca dapat menelusuri AEKI-AICE. Data transaksi dan penilaian suatu lot tetap perlu diperiksa sebelum digunakan dalam keputusan usaha.
FAQ
1. Di mana mencari produksi kopi dalam ton per provinsi?
Gunakan tabel provinsi pada Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024 dari BPS atau publikasi Direktorat Jenderal Perkebunan yang sesuai tahun kebutuhan. Pilih kolom kopi serta periksa kategori pengusahaan dan status angka. Tabel pangsa produksi dalam artikel ini tidak menggantikan tabel tonase tersebut.
2. Apakah sumber resmi otomatis dapat langsung dibandingkan?
Belum tentu. Samakan komoditas, periode, satuan, dan definisi wilayah terlebih dahulu. Nama lembaga saja belum menjamin bahwa dua tabel memiliki cakupan identik.
3. Bagaimana cara membaca data ekspor kopi dengan benar?
Perhatikan tiga hal: volume (ton), nilai (dolar AS), dan tahun rujukan. Nilai ekspor bisa naik meski volume turun karena harga dunia melonjak, seperti nilai ekspor kopi Indonesia 2025 yang mencapai US$1,87 miliar. Bandingkan periode yang sama antartahun, bukan bulan yang berbeda, agar kesimpulan tidak menyesatkan.
4. Mengapa konsumsi kopi domestik Indonesia tergolong rendah?
Konsumsi per kapita Indonesia hanya sekitar 1 kg per tahun, jauh di bawah Finlandia yang mencapai sekitar 12 kg, menurut data pasar 2025. Penyebabnya beragam, mulai kebiasaan minum, harga, hingga distribusi. Angka rendah ini justru menandakan ruang pertumbuhan pasar domestik yang besar bagi roaster dan pelaku industri.
5. Apa sumber statistik kopi paling tepercaya untuk eksportir?
Untuk data Indonesia, rujuk Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan. Lalu, untuk pasar dan harga dunia, gunakan International Coffee Organization. Untuk mutu dan riset varietas, andalkan Specialty Coffee Association serta World Coffee Research. Kombinasikan beberapa sumber resmi agar angkanya lebih akurat dan tidak bias satu lembaga.
Sumber Informasi dan Referensi
Seluruh tautan berikut adalah tautan eksternal. Nomor halaman mengacu pada nomor halaman tercetak publikasi.
- Badan Pusat Statistik. 2025. Analisis Komoditas Ekspor, 2020–2024, Sektor Pertanian, Industri, dan Pertambangan. Rilis 7 Agustus 2025, katalog 8202005. Data yang digunakan: Tabel 4.2 halaman 28 dan Gambar 4.2 beserta uraian halaman 30.
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/08/07/60d9e9fbe50bcd95323977ba/analisis-komoditas-ekspor–2020-2024–sektor-pertanian–industri–dan-pertambangan.html - Kementerian Pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2025. Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kopi. Volume 15 Nomor 2E, ISSN 2086-4949. Data yang digunakan: kontribusi sentra produksi pada ringkasan eksekutif halaman xiii.
https://satudata.pertanian.go.id/details/publikasi/945
Dokumen PDF: https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/31c4b01bc1ec47aa5d735e30afbd4c2f.pdf - Badan Pusat Statistik. 2025. Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024. Rilis 29 Agustus 2025, katalog 5501008. Rujukan metodologi dan penelusuran tabel produksi, bukan sumber angka ekspor dalam artikel ini.
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/08/29/8d2a6ab3510f9828daf73191/statistik-tanaman-perkebunan-tahunan-indonesia-2024–kelapa-sawit–kopi–kakao–karet–teh–dan-komoditas-perkebunan-unggulan-.html - Kementerian Perdagangan. Satu Data Perdagangan: Perkembangan Ekspor Non Migas (Sektor). Digunakan untuk panduan cakupan HS dan pilihan penelusuran perdagangan.
https://satudata.kemendag.go.id/data-informasi/perdagangan-luar-negeri/ekspor-non-migas-sektor - International Coffee Organization. 2026. Coffee Market Report, August 2026. Rujukan harga I-CIP dan periode tahun kopi.
https://www.ico.org/documents/cy2025-26/cmr-0826-e.pdf - International Coffee Organization. Public Market Information. Akses indikator harga harian dan kelompok harga kopi.
https://ico.org/resources/public-market-information/
