Butterscotch Syrup: Kenapa Jadi Favorit di Butterscotch Coffee?

Butterscotch Syrup

Dapatkan Informasi & Tren Terbaru Industri Kopi

Bagikan postingan ini:

Butterscotch syrup adalah sirup manis dari gula merah dan mentega yang produsen encerkan dengan air atau krim agar larut sempurna di dalam minuman. Rasanya manis dalam, creamy, dengan nuansa toffee dan sedikit gurih, sehingga terasa berbeda dari caramel syrup yang berbahan gula pasir dan cenderung lebih tajam.

Artikel ini membahas komposisinya, perbedaannya dengan caramel, asal-usul namanya, takaran praktis per sajian, catatan halal yang perlu kedai periksa, sekaligus peluangnya bagi pelaku usaha kopi.

Terakhir diperbarui: 08 September 2026

Ringkasan cepat

  • Dua bahan intinya adalah gula merah dan mentega, sedangkan krim, vanila, dan garam masuk sebagai penyeimbang.
  • Caramel memakai gula pasir, sehingga manisnya lebih tajam, sementara butterscotch terasa lebih hangat dan menyatu ke dalam susu.
  • Samuel Parkinson mulai membuatnya di Doncaster, Yorkshire, pada 1817.
  • Kata “scotch” pada namanya tidak merujuk pada wiski Skotlandia, meskipun sebagian resep memang memakai alkohol sebagai penguat aroma.
  • Takaran umum berkisar 15 sampai 20 mililiter untuk gelas panas 240 mililiter, dan naik untuk versi dingin.

Apa Itu Butterscotch Syrup dan Terbuat dari Apa

Sirup ini merupakan bentuk cair dari rasa butterscotch yang produsen rancang khusus agar barista mudah mencampurnya ke dalam minuman. Teksturnya lebih ringan daripada saus, sehingga sirup larut merata tanpa mengubah konsistensi minuman.

Dua bahan intinya sederhana: gula merah dan mentega. Molase pada gula merah memberi karakter manis yang lebih dalam daripada gula pasir, sementara mentega menyumbang rasa creamy dan sedikit gurih. Produsen komersial lalu menambahkan krim untuk memperkuat body, vanila untuk menghaluskan aroma, garam untuk menahan rasa manis agar tidak berlebihan, serta air untuk menurunkan viskositas.

Tiga bentuk butterscotch berasal dari basis rasa yang sama, tetapi berhenti pada titik kekentalan berbeda:

BentukTeksturPenggunaan utamaCocok untuk minuman
SirupCair, mudah larutKopi, teh, minuman susuYa, paling ideal
SausKental, menempelTopping dan drizzleTerbatas, hanya sebagai garnish
PermenPadat, kerasKonfeksioneriTidak

Perbedaan ini penting secara operasional. Saus butterscotch yang kedai pakai sebagai pemanis minuman dingin cenderung mengendap di dasar gelas, sedangkan sirup tetap larut merata.

Butterscotch Syrup vs Caramel Syrup

Perbedaan mendasar keduanya terletak pada jenis gula. Produsen memasak gula pasir putih sampai terkaramelisasi untuk caramel syrup, sementara sirup butterscotch memakai gula merah yang dimasak bersama mentega. Dari satu perbedaan bahan ini muncul seluruh perbedaan rasa berikutnya.

AspekButterscotch syrupCaramel syrup
Gula dasarGula merahGula pasir putih
MentegaWajibOpsional atau tanpa mentega
Profil manisDalam dan hangatTajam dan terang
AftertasteButtery, sedikit gurihSedikit pahit gosong
WarnaCokelat keemasan buramAmber bening
Paling cocok untukKopi susu, dessert drinkMenu yang butuh kontras manis kuat

Pilih caramel syrup apabila minuman membutuhkan kontras, misalnya espresso pekat atau cold brew kuat yang manisnya perlu menonjol keluar dari base kopi. Sebaliknya, pilih sirup ini apabila tujuannya keseimbangan, seperti pada latte, kopi susu, atau menu kopi berbasis susu yang menyasar konsumen non-peminum kopi. Butterscotch menyatu ke dalam susu, bukan berdiri sendiri di atasnya.

Asal-Usul Butterscotch dan Arti Kata “Scotch”

Butterscotch berasal dari Doncaster, Yorkshire, Inggris. Catatan sejarah lokal Doncaster menyebut Samuel Parkinson mulai membuatnya pada 1817 untuk toko permennya di High Street. Reputasinya melonjak pada 1851, ketika Parkinson menyodorkan satu kaleng kepada Ratu Victoria yang datang membuka pacuan kuda St Leger. Perusahaannya kemudian memakai nama dagang “Royal Doncaster Butterscotch” dan berhenti berproduksi pada 1977.

Resep tertuanya jauh lebih sederhana daripada formula modern. Surat kabar Liverpool Mercury memuat resep Doncaster butterscotch pada 1848 dengan takaran satu pon mentega, satu pon gula, dan seperempat pon treacle atau molase, yang perajin rebus bersama-sama. Secara teknis, butterscotch mirip toffee. Perbedaannya terletak pada suhu: perajin merebus gula butterscotch sampai tahap soft crack, sedangkan toffee sampai hard crack. Selisih suhu inilah yang membuat butterscotch lebih lembut dan lebih mudah beradaptasi menjadi saus maupun sirup.

Satu hal yang sering keliru dipahami: kata “scotch” pada namanya tidak berarti wiski Skotlandia. Sejarawan makanan mencatat beberapa teori, mulai dari kata “to scotch” yang berarti menoreh sebelum permen mengeras, kaitan dengan Skotlandia, sampai kata “scorch” atau menggosongkan. Catatan Wikipedia mengenai butterscotch menegaskan bahwa tidak ada satu pun teori yang konklusif.

Catatan Halal Sebelum Memakai Butterscotch Syrup

Meskipun namanya tidak berkaitan dengan wiski, sebagian resep butterscotch memang memakai alkohol. Resep Best Butterscotch Pudding dari America’s Test Kitchen, misalnya, mencantumkan satu sendok teh dark rum, dan banyak resep saus menawarkan scotch, bourbon, atau cognac sebagai tambahan opsional.

Bagi kedai di Indonesia, konsekuensinya jelas. Periksa daftar komposisi pada kemasan sebelum memakai sirup di menu komersial, lalu pastikan status sertifikasi halalnya. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) adalah lembaga yang menerbitkan sertifikat halal di Indonesia, sehingga verifikasi perlu mengacu pada dokumen resmi produk tersebut, bukan pada asumsi nama bahan.

Takaran Butterscotch Syrup per Sajian

Takaran berikut merupakan titik awal yang lazim kedai pakai, bukan standar baku, karena tingkat brix setiap merek berbeda.

MenuVolume gelasTakaran sirup
Butterscotch latte panas240 mililiter15 sampai 20 mililiter
Iced butterscotch coffee300 mililiter20 sampai 25 mililiter
Butterscotch milk tea350 mililiter20 sampai 30 mililiter
Dessert drink atau frappe350 mililiter25 sampai 30 mililiter

Angka tersebut berguna untuk menghitung kebutuhan stok. Satu botol berisi 1 liter, misalnya, menghasilkan 50 sajian pada takaran 20 mililiter, atau 40 sajian pada takaran 25 mililiter. Kedai bisa memakai selisih 10 sajian ini sebagai dasar menghitung harga pokok per gelas. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memakai takaran minuman panas untuk versi dingin. Es mencair dan mengencerkan gelas dalam dua sampai tiga menit, sehingga rasa butterscotch hilang lebih dulu daripada rasa kopinya.

Profil Kopi yang Paling Cocok

Butterscotch coffee berhasil karena kedua karakter rasanya saling mengisi. Kopi menyumbang pahit dan asam, sementara sirup menyumbang manis creamy yang menyeimbangkan keduanya tanpa menghapus karakter kopi.

Profil kopiKecocokanAlasan
Medium roast, nuttySangat cocokNutty dan buttery saling menguatkan
Medium roast, chocolateySangat cocokCokelat dan toffee menyatu jadi satu lapisan
Dark roastCocokManis butterscotch meredam nota gosong
Light roast, fruityKurang cocokButterscotch menutup nota buah

Untuk kedai yang memakai kopi lokal, arabika medium roast dari sentra seperti Gayo, Toraja, atau Kintamani umumnya memberi hasil paling stabil. Lakukan uji rasa sendiri sebelum menetapkan menu, karena karakter setiap lot berbeda meski berasal dari satu daerah.

Cara Membuat dan Kesalahan yang Sering Terjadi

Pembuatan sirupnya mengikuti resep saus klasik, hanya dengan hasil akhir yang lebih encer. Urutannya menentukan keberhasilan.

  1. Lelehkan mentega dengan api sedang-kecil sampai benar-benar cair.
  2. Masukkan gula merah, lalu aduk sampai larut sepenuhnya agar teksturnya tidak berpasir.
  3. Masak keduanya bersama sampai campuran berbuih dan warnanya berubah.
  4. Angkat panci dari api, kemudian masukkan krim perlahan sambil terus mengaduk.
  5. Encerkan dengan air panas sampai mencapai viskositas sirup.
  6. Tambahkan vanila dan garam, dinginkan, saring, lalu simpan dalam botol tertutup.

Resep Butterscotch Sauce dari America’s Test Kitchen menegaskan urutan yang sama: mentega dan gula dimasak bersama lebih dulu selama tiga sampai lima menit sampai campurannya berbuih, baru krim masuk setelah panci turun dari api. Dapur uji yang sama menyebut sausnya bertahan sampai dua minggu di kulkas dalam wadah kedap udara.

Tiga kesalahan yang paling sering merusak hasil:

  • Sirup terlalu kental. Sirup akan menggumpal dan mengendap di dasar minuman dingin, sehingga perlu pengenceran ulang.
  • Gula tidak larut sempurna. Hasilnya tekstur berpasir yang langsung terasa di lidah.
  • Krim masuk saat api masih menyala. Lemaknya terpisah dan sirup pecah.

Suhu memasaknya sendiri berbeda-beda antarresep. Sebagian memakai termometer sampai kisaran 110 hingga 116 derajat Celsius, sebagian lain cukup mengandalkan tanda visual berupa buih dan perubahan warna.

Peluang bagi Pelaku Usaha Kopi

Bagi pemilik kedai, butterscotch berfungsi sebagai pintu masuk ke segmen konsumen yang belum minum kopi hitam. Satu botol menopang menu panas, dingin, dan non-kopi sekaligus, sehingga kedai menambah pilihan tanpa menambah banyak SKU bahan baku. Ada pula alasan yang relevan bagi industri nasional: profil nutty dan chocolatey dari arabika serta robusta Indonesia justru paling cocok berpasangan dengan butterscotch, bukan kopi impor berprofil terang.

Namun, yang membedakan kedai yang berhasil biasanya bukan sirupnya, melainkan konsistensi eksekusinya, mulai dari suhu susu, rasio kopi terhadap air, sampai takaran yang seragam antarbarista. Praktik kalibrasi kopi rutin menjaga ketiganya tetap sama dari shift ke shift.

Kesimpulan

Butterscotch syrup adalah rasa klasik Inggris abad ke-19 yang berhasil beradaptasi menjadi bahan minuman modern. Bahannya sederhana, hanya gula merah dan mentega, tetapi lapisan rasanya kompleks: manis dalam, creamy, toffee, dan sedikit gurih. Bagi konsumen, memahami perbedaannya dengan caramel membantu memilih menu yang sesuai selera. Bagi pelaku usaha, sirup ini membuka ruang diferensiasi menu dengan penambahan bahan baku yang minimal, asalkan komposisi dan status halalnya sudah diperiksa lebih dulu.

Konsistensi rasa datang dari teknik, bukan dari sirupnya. Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia menyelenggarakan Kelas Barista melalui Pusat Pelatihan Kopi Indonesia, yang mencakup dasar espresso, teknik susu, sekaligus standar pelayanan kedai. Anda juga bisa mempraktikkan takaran di artikel ini lewat resep butterscotch coffee.

FAQ

1. Butterscotch syrup terbuat dari apa?

Butterscotch syrup terbuat dari gula merah dan mentega sebagai bahan utama. Molase pada gula merah memberi manis yang dalam, sedangkan mentega menyumbang rasa creamy. Produsen modern umumnya menambahkan krim, vanila, sedikit garam, dan air untuk menyeimbangkan manisnya sekaligus menurunkan kekentalan agar sirup larut di minuman dingin.

2. Apa bedanya butterscotch syrup dan caramel syrup?

Butterscotch syrup memakai gula merah dan mentega, sehingga rasanya creamy dan hangat. Caramel syrup memakai gula pasir putih yang dikaramelisasi, sehingga manisnya lebih tajam dengan sedikit aftertaste gosong. Butterscotch cocok untuk menu susu, sedangkan caramel cocok untuk menu yang butuh kontras.

3. Berapa takaran butterscotch syrup untuk satu gelas kopi?

Umumnya 15 sampai 20 mililiter untuk gelas panas 240 mililiter, dan 20 sampai 25 mililiter untuk versi dingin 300 mililiter. Versi dingin membutuhkan takaran lebih tinggi karena es yang mencair akan mengencerkan minuman dalam dua sampai tiga menit. Sesuaikan angkanya dengan tingkat brix merek yang Anda pakai.

4. Apakah butterscotch syrup halal?

Statusnya bergantung pada formulasi masing-masing produk. Sebagian resep butterscotch memakai wiski atau rum sebagai penguat aroma, meskipun kata “scotch” pada namanya tidak merujuk pada wiski. Periksa daftar komposisi dan sertifikat halal dari BPJPH sebelum memakainya di menu komersial.

5. Kopi apa yang paling cocok dipadukan dengan butterscotch syrup?

Kopi medium roast dengan profil nutty atau chocolatey paling cocok, karena karakter buttery dan nota cokelatnya saling menguatkan. Arabika Indonesia seperti Gayo, Toraja, atau Kintamani memberi hasil seimbang. Hindari light roast berprofil buah, karena butterscotch cenderung menutup nota buahnya.

6. Butterscotch berasal dari mana?

Butterscotch berasal dari Doncaster, Yorkshire, Inggris. Samuel Parkinson mulai membuatnya pada 1817, dan produknya menjadi terkenal setelah Ratu Victoria menerima satu kaleng saat berkunjung ke kota tersebut pada 1851. Bentuk awalnya permen keras dan saus dessert, bukan sirup untuk minuman.