Cara Membuat Kopi Tubruk yang Enak dengan Takaran Tepat

Kopi Tubruk Indonesia

Dapatkan Informasi & Tren Terbaru Industri Kopi

Bagikan postingan ini:

Cara membuat kopi tubruk sebenarnya sederhana: masukkan kopi bubuk ke dalam cangkir, tuangkan air panas, kemudian tunggu hingga ampasnya mengendap. Namun, untuk menghasilkan rasa yang konsisten, Anda perlu memperhatikan takaran kopi dan air, suhu, ukuran gilingan, serta waktu seduh.

Sebagai resep awal, gunakan 12 gram kopi untuk 200 ml air, suhu sekitar 90–96°C, dan waktu seduh sekitar 4 menit. Setelah itu, aduk perlahan dan tunggu 1–2 menit sampai sebagian besar ampas turun ke dasar cangkir.

Resep kopi tubruk yang praktis

ParameterTakaran awal
Kopi bubuk12 gram
Air200 ml
Rasio kopi dan airSekitar 1:16–1:17
Suhu air90–96°C
Ukuran gilinganMedium-fine hingga fine
Waktu seduhSekitar 4 menit
Waktu mengendapkan ampas1–2 menit

Takaran tersebut bukan aturan mutlak. Gunakan sebagai titik awal, kemudian sesuaikan sedikit demi sedikit berdasarkan jenis kopi dan rasa yang Anda sukai.

Apa itu kopi tubruk?

Kopi tubruk adalah metode menyeduh kopi dengan mencampurkan bubuk kopi langsung dengan air panas di dalam cangkir tanpa menggunakan filter atau mesin espresso.

Selama penyeduhan, air bersentuhan langsung dengan seluruh bubuk kopi. Sebagian bubuk kemudian mengendap di dasar cangkir. Karena tidak disaring, kopi tubruk biasanya memiliki tekstur lebih pekat, body lebih terasa, dan sedikit endapan dibandingkan kopi filter.

Tekniknya memang sederhana, tetapi hasil seduhan dapat berubah jika takaran, suhu, gilingan, atau waktu tunggu berbeda. Karena itu, mencatat resep akan membantu menghasilkan rasa yang lebih konsisten.

Bahan dan alat yang diperlukan

Untuk membuat satu cangkir kopi tubruk, siapkan:

  • 12 gram biji kopi atau kopi bubuk;
  • 200 ml air;
  • cangkir berukuran minimal 250 ml;
  • ketel atau alat pemanas air;
  • grinder jika menggunakan biji kopi;
  • timbangan digital jika tersedia; dan
  • sendok untuk mengaduk.

Timbangan bukan alat wajib, tetapi jauh lebih akurat daripada sendok makan. Berat kopi dalam satu sendok dapat berbeda tergantung ukuran sendok, tingkat kepadatan, dan ukuran gilingan.

Cara membuat kopi tubruk yang benar

1. Tentukan rasio kopi dan air

Gunakan rasio sekitar 1:15 sampai 1:17 sebagai titik awal. Artinya, setiap 1 gram kopi diseduh dengan 15–17 gram atau mililiter air.

Untuk cangkir berisi 200 ml air, pilih takaran berikut:

Karakter yang diinginkanKopiAir
Lebih kuat dan pekat13 gram200 ml
Seimbang12 gram200 ml
Lebih ringan11 gram200 ml

Specialty Coffee Association menggunakan acuan umum sekitar 60 gram kopi per liter air, setara dengan rasio kurang lebih 1:16,7, untuk penyeduhan drip dan immersion.

Jika rasa terlalu kuat, jangan langsung mengubah semua variabel. Kurangi kopi satu gram atau tambahkan sedikit air, kemudian bandingkan hasilnya.

2. Pilih arabika, robusta, atau campuran

Kopi arabika maupun robusta dapat digunakan untuk membuat kopi tubruk. Pilihannya bergantung pada karakter rasa yang Anda inginkan.

Arabika biasanya dipilih oleh penikmat kopi yang menyukai aroma lebih kompleks, rasa buah, floral, rempah, cokelat, atau tingkat keasaman yang lebih terasa. Karakternya dapat berbeda menurut daerah asal dan proses pengolahan.

Robusta umumnya memiliki body lebih tebal, rasa pahit lebih kuat, serta karakter earthy, kacang, cokelat gelap, atau kayu. Robusta cocok untuk penikmat kopi tubruk yang menyukai rasa kuat dan terasa “nendang”.

Campuran arabika dan robusta dapat menghasilkan keseimbangan antara aroma, body, kepahitan, dan kekuatan rasa.

Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik. Gunakan biji yang sesuai dengan selera dan periksa tanggal sangrai atau kondisi kemasannya. Anda juga dapat menjelajahi berbagai jenis kopi Indonesia untuk menemukan karakter yang cocok diseduh secara tubruk.

3. Gunakan ukuran gilingan yang sesuai

Untuk resep ini, mulai dari gilingan medium-fine hingga fine, yaitu lebih halus daripada gula pasir biasa tetapi tidak harus sehalus tepung.

Tidak ada satu ukuran gilingan yang wajib untuk semua kopi tubruk. Tingkat kehalusan dapat disesuaikan berdasarkan waktu seduh, karakter biji, dan jumlah ampas yang diinginkan.

Gunakan panduan berikut:

  • Jika kopi terasa tipis, hambar, atau terlalu asam, coba giling sedikit lebih halus.
  • Jika kopi terasa terlalu pahit, sepat, atau banyak bubuk masuk ke mulut, coba gunakan gilingan sedikit lebih kasar.
  • Jika sebagian besar bubuk terus mengambang, aduk perlahan dan beri waktu lebih lama agar mengendap.

Ukuran gilingan memengaruhi kecepatan air mengekstraksi komponen rasa. Namun, pada penyeduhan rendam seperti kopi tubruk, rasio kopi dan air tetap menjadi salah satu cara paling mudah untuk mengatur kekuatan seduhan.

Baca juga panduan AEKI mengenai ukuran grind size kopi.

4. Panaskan air hingga sekitar 90–96°C

Panaskan air hingga mencapai sekitar 90–96°C. Jika tidak memiliki termometer, didihkan air, matikan sumber panas, lalu tunggu sebentar sebelum menuangkannya.

Air yang terlalu dingin dapat membuat ekstraksi berlangsung lebih lambat sehingga rasa kopi cenderung tipis atau kurang berkembang. Sebaliknya, air yang sangat panas, terutama pada kopi sangrai gelap atau gilingan sangat halus, dapat membuat rasa pahit dan sepat lebih menonjol.

Gunakan air yang layak diminum serta tidak memiliki aroma atau rasa asing yang kuat. Karena sebagian besar isi secangkir kopi adalah air, kualitas air dapat memengaruhi hasil akhirnya.

5. Tuangkan air hingga seluruh kopi basah

Masukkan 12 gram kopi bubuk ke dalam cangkir. Tuangkan sekitar 200 ml air panas secara merata hingga seluruh bubuk terkena air.

Anda tidak memerlukan teknik menuang serumit metode pour-over. Tujuan utamanya adalah memastikan tidak ada gumpalan kopi kering yang tertinggal.

Jika kopi masih sangat segar, gelembung atau lapisan bubuk dapat muncul di permukaan. Hal ini normal karena kopi melepaskan gas ketika terkena air panas.

6. Tunggu sekitar empat menit

Setelah air dituangkan, biarkan kopi terendam selama kurang lebih empat menit. Hindari mengaduk berkali-kali karena dapat membuat lebih banyak partikel halus tetap bergerak di dalam cangkir.

Setelah empat menit, aduk permukaan kopi secara perlahan satu kali. Anda juga dapat memecah lapisan bubuk yang mengambang menggunakan bagian belakang sendok.

Penelitian mengenai penyeduhan full immersion menunjukkan bahwa rasio kopi dan air memiliki pengaruh besar terhadap kekuatan akhir seduhan. Suhu, ukuran gilingan, dan pengadukan juga memengaruhi seberapa cepat kopi mendekati hasil ekstraksi akhirnya.

7. Tunggu ampas mengendap

Setelah diaduk, tunggu kembali selama 1–2 menit agar bubuk kopi turun ke dasar cangkir.

Minum secara perlahan dan jangan mengaduk bagian bawah ketika kopi mulai tersisa sedikit. Hentikan minum sebelum mencapai lapisan ampas agar bubuk kopi tidak ikut masuk ke mulut.

Kopi tubruk dapat dinikmati tanpa gula, dengan gula pasir, gula aren, susu, atau rempah. Cicipi dahulu sebelum menambahkan bahan lain agar Anda mengetahui karakter asli kopinya.

Takaran kopi tubruk jika tidak memiliki timbangan

Sendok makan tidak mempunyai ukuran dan kapasitas yang benar-benar seragam. Selain itu, kopi gilingan kasar dan halus memiliki kepadatan berbeda.

Jika belum mempunyai timbangan, mulailah dengan sekitar satu sendok makan penuh untuk cangkir kecil, kemudian sesuaikan. Namun, gunakan timbangan apabila Anda ingin memperoleh hasil yang lebih konsisten.

Jangan langsung menggunakan dua atau tiga sendok makan tanpa mengetahui ukuran cangkir. Takaran tersebut dapat menghasilkan kopi yang terlalu pekat untuk cangkir berukuran 150–200 ml.

Arabika atau robusta yang lebih enak untuk kopi tubruk?

Keduanya dapat menghasilkan kopi tubruk yang enak. Pilihan terbaik bergantung pada selera.

Pilihan kopiKarakter umumCocok untuk
ArabikaAroma lebih kompleks, acidity lebih terasa, karakter buah, floral, cokelat, atau rempahPenikmat rasa berlapis dan aroma
RobustaBody tebal, pahit lebih kuat, earthy, kacang, atau cokelat gelapPenikmat kopi kuat dan pekat
BlendGabungan aroma arabika dan body robustaPenikmat rasa seimbang

Selain jenis kopi, hasil akhir juga ditentukan oleh asal biji, proses pascapanen, tingkat sangrai, kesegaran, ukuran gilingan, dan resep seduh.

Robusta pada umumnya juga memiliki kandungan kafein lebih tinggi daripada arabika. Jika Anda sedang mengontrol konsumsi kafein, baca panduan mengenai minuman yang mengandung kafein.

Tingkat sangrai yang cocok untuk kopi tubruk

Selain jenis biji, tingkat sangrai memengaruhi karakter rasa kopi tubruk.

Light roast

Light roast biasanya menampilkan keasaman, aroma buah, atau karakter asal biji dengan lebih jelas. Gunakan suhu yang cukup panas dan perhatikan ukuran gilingan agar rasanya tidak terlalu tipis.

Medium roast

Medium roast merupakan titik awal yang relatif mudah bagi pemula. Karakternya cenderung seimbang antara keasaman, rasa manis, aroma, dan kepahitan.

Dark roast

Dark roast biasanya memiliki rasa pahit, smoky, cokelat gelap, atau rempah yang lebih dominan. Jika hasil seduhan terlalu pahit, gunakan air sedikit lebih rendah suhunya, gilingan lebih kasar, atau rasio yang lebih ringan.

Penyebab kopi tubruk terlalu pahit, asam, atau encer

Gunakan tabel berikut untuk memperbaiki hasil seduhan.

MasalahKemungkinan penyebabPerbaikan
Terlalu pahit atau sepatKopi terlalu banyak, gilingan terlalu halus, suhu terlalu tinggiKurangi kopi, giling lebih kasar, atau turunkan suhu
Terlalu asam atau tipisKopi terlalu sedikit, gilingan terlalu kasar, suhu terlalu rendahTambahkan kopi, giling lebih halus, atau gunakan air lebih panas
Terlalu encerRasio air terlalu besarGunakan lebih banyak kopi atau kurangi air
Ampas terlalu banyak masuk ke mulutGilingan terlalu halus atau kopi diminum sebelum mengendapGunakan gilingan sedikit lebih kasar dan tunggu lebih lama
Hasil selalu berubahTakaran menggunakan sendok dan ukuran air tidak konsistenGunakan timbangan dan catat resep
Aroma kurang terasaKopi sudah lama digiling atau disimpan terbukaGunakan kopi yang lebih segar dan simpan dalam wadah tertutup

Ubah satu variabel setiap kali mencoba resep baru. Jika Anda mengubah kopi, air, suhu, dan gilingan sekaligus, akan sulit mengetahui perubahan mana yang memperbaiki rasa.

Cara membuat es kopi tubruk

Kopi tubruk juga dapat disajikan dingin. Agar rasanya tidak terlalu encer setelah ditambah es, gunakan resep yang sedikit lebih pekat.

Siapkan:

  • 15 gram kopi;
  • 150 ml air panas;
  • 80–100 gram es batu; dan
  • gula atau gula aren jika diinginkan.

Seduh kopi menggunakan langkah yang sama. Tunggu sekitar empat menit, aduk perlahan, lalu biarkan ampas mengendap.

Tuangkan bagian cairan secara perlahan ke gelas berisi es dengan tetap menyisakan ampas di cangkir pertama. Tambahkan gula ketika kopi masih panas agar lebih mudah larut.

Perbedaan kopi tubruk dan espresso

Kopi tubruk dan espresso sama-sama dapat menghasilkan rasa yang kuat, tetapi cara pembuatannya berbeda.

Kopi tubruk dibuat dengan merendam bubuk kopi langsung dalam air tanpa filter dan tanpa tekanan. Volume minumannya relatif lebih besar dan masih menyisakan ampas di dasar cangkir.

Espresso dibuat menggunakan mesin yang mendorong air panas melewati bubuk kopi dengan tekanan tinggi. Hasilnya lebih terkonsentrasi, volumenya kecil, dan tidak menyisakan lapisan ampas seperti kopi tubruk.

Kesimpulan

Cara membuat kopi tubruk yang enak dimulai dari resep yang terukur. Gunakan 12 gram kopi dan 200 ml air sebagai titik awal, suhu sekitar 90–96°C, serta waktu seduh kurang lebih empat menit.

Setelah itu, aduk perlahan dan beri waktu 1–2 menit agar ampasnya turun. Jika rasanya belum sesuai, ubah satu variabel secara bertahap—terutama rasio kopi dan air—hingga menemukan karakter yang paling cocok.

Kopi tubruk tidak membutuhkan mesin atau alat mahal. Ketepatan takaran, kualitas bahan, dan kesabaran menunggu ampas mengendap justru menjadi kunci untuk menghasilkan rasa yang konsisten.

Pertanyaan umum tentang kopi tubruk

1. Berapa takaran kopi tubruk untuk satu gelas?

Untuk 200 ml air, mulai dengan sekitar 12 gram kopi. Gunakan 13 gram jika menginginkan rasa lebih kuat atau 11 gram untuk hasil lebih ringan.

2. Berapa rasio kopi tubruk yang enak?

Rasio 1:15 sampai 1:17 merupakan titik awal yang praktis. Rasio 1:15 menghasilkan kopi lebih kuat, sedangkan rasio 1:17 terasa lebih ringan.

3. Apakah kopi tubruk harus menggunakan gilingan kasar?

Tidak. Tidak ada satu tingkat gilingan yang wajib. Untuk resep dalam artikel ini, gunakan medium-fine hingga fine sebagai titik awal. Giling sedikit lebih kasar jika hasilnya terlalu pahit atau ampasnya mengganggu.

4. Apakah kopi tubruk perlu diaduk?

Aduk perlahan satu kali setelah sekitar empat menit. Pengadukan berulang dapat membuat partikel halus terus bergerak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengendap.

5. Berapa lama kopi tubruk harus didiamkan?

Diamkan sekitar empat menit untuk penyeduhan, kemudian tunggu 1–2 menit lagi agar ampasnya mengendap.

Sumber rujukan

  1. Specialty Coffee Association – Coffee Standards
  2. Specialty Coffee Association – Water and Coffee Acidity: Brewing Ratio
  3. Specialty Coffee Association – Full Immersion Brewing Research
  4. Scientific Reports – The Effect of Time, Roasting Temperature, and Grind Size on Cold Brew Coffee